Lompat ke konten
Logo Naba Aesthetic Clinic - Klinik Kecantikan Tangerang

Artikel

Apakah skinbooster aman untuk kulit sensitif?

Foto Fika Ditulis oleh Fika Junior Beautician Foto dr. Ismi Julianti, M.Biomed (AAM) Ditinjau medis oleh dr. Ismi Julianti, M.Biomed (AAM) Dokter Estetik & Anti-Aging Medicine · Dokter penanggung jawab di Naba Aesthetic Clinic 3 menit baca Diperbarui
Apakah skinbooster aman untuk kulit sensitif?
Punya kulit yang gampang merah, perih, atau iritasi, lalu ragu mencoba skinbooster? Pertanyaan ini sering muncul di ruang konsultasi. Jawaban singkatnya: umumnya aman, asalkan jenis skinbooster dan teknik penyuntikannya disesuaikan dengan kondisi kulit, serta dilakukan oleh dokter setelah pemeriksaan.

Mengapa Skinbooster Bisa Cocok untuk Kulit Sensitif?

Kulit sensitif sering berkaitan dengan skin barrier yang lemah, sehingga kulit mudah kehilangan air dan bereaksi terhadap iritan. Skinbooster bekerja langsung di lapisan kulit, bukan di permukaan, sehingga tidak bergesekan dengan barrier yang sedang rapuh seperti skincare oles.

Beberapa jenis skinbooster justru dipilih untuk membantu memulihkan kulit sensitif, karena membantu menjaga kelembapan, memperbaiki jaringan, dan meredakan kemerahan secara bertahap. Belum familiar dengan istilah skin barrier? Baca Kamus Istilah Skincare.

Jenis Skinbooster yang Umumnya Cocok untuk Kulit Sensitif

  • Polynucleotide (PN) atau PDRN. Berbahan DNA yang diambil dari sel salmon dan dimurnikan. Dikenal membantu perbaikan jaringan dan meredakan peradangan, sehingga sering dipilih untuk kulit sensitif atau kulit yang rusak karena perawatan berlebihan. Contohnya DNA Salmon dan PDRN.
  • Hyaluronic acid (HA) tanpa tambahan bahan keras. Membantu mengikat air sehingga kulit lebih lembap dan kenyal.
  • Kombinasi PN dan HA. Menggabungkan manfaat perbaikan jaringan dan hidrasi, seperti PN HA.
Jenis yang paling tepat tetap ditentukan dokter setelah melihat kondisi kulit Anda. Penjelasan lengkap tentang salah satu pilihan ini ada di artikel DNA Salmon: harga, prosedur, dan hasilnya.

Kapan Sebaiknya Menunda Skinbooster?

Diskusikan dulu dengan dokter atau tunda tindakan bila Anda:
  • Sedang mengalami kambuh eksim, rosacea, atau iritasi berat di wajah.
  • Punya jerawat meradang, infeksi, atau luka di area yang akan disuntik.
  • Sedang hamil atau menyusui.
  • Punya alergi terhadap bahan tertentu, misalnya ikan untuk skinbooster berbahan salmon.
  • Punya gangguan pembekuan darah atau sedang minum obat pengencer darah.

Efek Samping yang Perlu Diketahui

Pada kulit sensitif, efek yang wajar setelah skinbooster biasanya berupa kemerahan, bentol kecil di titik suntikan, atau sedikit memar. Umumnya hilang dalam 1 sampai 3 hari.

Segera hubungi klinik bila kemerahan, bengkak, atau nyeri justru bertambah.

Mulai Usia Berapa Skinbooster Disarankan?

Skinbooster bisa dipertimbangkan sejak usia 20-an bila kulit mulai terasa kering, kusam, atau kurang kenyal, misalnya karena sering terpapar polusi atau AC. Di usia 30-an ke atas, skinbooster juga membantu merawat kulit saat produksi kolagen mulai menurun. Selengkapnya di perawatan wajah untuk usia 30-an.

Pilihan Skinbooster di Naba Aesthetic Clinic

Di Naba Aesthetic Clinic, Citra Raya, Cikupa, Tangerang, setiap tindakan skinbooster diawali konsultasi dokter dan analisis kulit gratis bila dilanjutkan dengan treatment. Beberapa pilihan untuk kulit sensitif:
  • DNA Salmon, PDRN, atau PN HA: harga promo Rp1.500.000 per sesi (normal Rp3.750.000).
Pilihan skinbooster lainnya bisa dilihat di kategori skinbooster. Harga di atas adalah promo September 2026 dan dapat berubah, cek harga terbaru di pricelist.
"Sebelum tindakan, dokter kami akan menilai tingkat sensitivitas kulit Anda dulu untuk memastikan jenis skinbooster yang dipakai benar-benar tepat. Keamanan dan kenyamanan kulit Anda selalu jadi prioritas.", Fika, Beautician Naba Aesthetic Clinic
Kulit Anda sensitif dan ingin mencoba skinbooster? Konsultasikan dulu dengan dokter kami, gratis bila dilanjutkan dengan treatment. Reservasi lewat WhatsApp 0888-1107-088. Klinik buka setiap hari pukul 09.30–20.00 WIB.

Informasi ini bersifat edukatif dan bukan pengganti pemeriksaan langsung. Hasil setiap orang bisa berbeda, tergantung kondisi kulit.
Foto dr. Ismi Julianti, M.Biomed (AAM)

Ditinjau secara medis

dr. Ismi Julianti, M.Biomed (AAM)

Dokter Estetik & Anti-Aging Medicine · Dokter penanggung jawab di Naba Aesthetic Clinic

ID tinjauan: REV/2026/00001

Lihat profil

PERTANYAAN UMUM

Yang sering ditanyakan soal artikel ini.

Umumnya aman, asalkan jenis skinbooster dan teknik penyuntikannya disesuaikan dengan kondisi kulit, serta dilakukan dokter setelah pemeriksaan. Beberapa jenis, seperti polynucleotide, justru sering dipilih untuk membantu memulihkan kulit sensitif.
Skinbooster berbahan polynucleotide (PN) atau PDRN, hyaluronic acid tanpa bahan keras, atau kombinasi keduanya umumnya cocok. Dokter akan menentukan jenis yang paling tepat saat konsultasi.
Biasanya berupa kemerahan, bentol kecil, atau sedikit memar di titik suntikan yang hilang dalam 1 sampai 3 hari. Segera hubungi klinik bila keluhan justru bertambah.
Tunda dulu bila eksim atau rosacea sedang kambuh, ada jerawat meradang atau infeksi di area suntik, atau sedang hamil dan menyusui. Konsultasikan juga bila Anda punya alergi atau minum obat pengencer darah.
Foto Fika

Ditulis oleh

Fika

Junior Beautician

Berpengalaman lebih dari 1 tahun. Senang mendengarkan pasien dan menjelaskan treatment secara sederhana dan jelas.

Informasi dan Reservasi