Dari Mana Anggapan Ini Berasal?
Anggapan bahwa facial bikin ketagihan sering kali muncul dari salah paham ketika orang mendapati timbulnya jerawat beberapa hari setelah perawatan. Munculnya jerawat pasca-perawatan kerap dikira sebagai reaksi "sakaw" atau dampak buruk karena berhenti atau jarang facial.
Banyak orang mengira kulit yang kembali kotor atau berjerawat terjadi karena efek negatif pendorong dari facial sebelumnya. Padahal, perubahan visual tersebut hanyalah respons alami kulit yang kembali terpapar lingkungan luar.
Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Kulit?
Setelah facial, pori-pori kulit berada dalam kondisi sangat bersih dan segar. Namun, timbulnya jerawat kecil setelah perawatan bisa terjadi akibat proses purging atau terangkatnya sumbatan minyak dan bakteri dari lapisan pori terdalam.
Kulit wajah juga terus memproduksi minyak alami serta mengalami penumpukan sel kulit mati setiap harinya. Ketika sensasi kulit bersih mulai memudar seiring berjalannya waktu, keinginan untuk kembali merasakan kesegaran yang sama adalah hal yang wajar.
Lalu Apa yang Sebaiknya Dilakukan?
Lakukan facial secara teratur setiap 1 bulan sekali untuk menjaga pori-pori tetap bersih dan terhindar dari penumpukan kotoran. Rutinitas ini bertujuan untuk merawat kesehatan kulit, bukan karena ketergantungan.
- Tetap jaga kebersihan wajah di rumah dengan double cleansing yang tepat setiap hari.
- Pahami bahwa reaksi jerawat ringan setelah facial bisa menjadi bagian dari pembersihan pori.
- Konsultasikan kondisi kulit dengan dokter atau beautician untuk memilih jenis perawatan yang sesuai.
Kata Utari, Beautician Naba Aesthetic Clinic: Banyak pasien yang salah paham dan mengira timbulnya jerawat setelah facial adalah tanda kulitnya jadi kecanduan. Pengamatan kami di Naba Aesthetic Clinic, Citra Raya, Cikupa Tangerang menunjukkan bahwa ketagihan ini muncul karena pasien sangat menyukai sensasi kulit yang bersih dan fresh. Perawatan facial berdurasi 60 menit, membantu menjaga kebersihan pori-pori secara optimal.
Ditulis oleh Utari, Beautician di Naba Aesthetic Clinic. Ditinjau secara medis oleh dr. Ismi Julianti, M.Biomed (AAM), Dokter Penanggung Jawab Naba Aesthetic Clinic - 22 September 2026. Informasi ini bersifat edukatif dan bukan pengganti pemeriksaan langsung. Hasil setiap orang berbeda tergantung kondisi kulit. Konsultasikan dulu dengan dokter kami. Reservasi & konsultasi gratis: WhatsApp 0888-1107-088 - Buka setiap hari 09.30-20.00 WIB.
Ditulis oleh
Utari