Apa itu skin cycling sebenarnya?
Dari mana skin cycling berasal dan kenapa viral?
Apakah skin cycling cocok untuk kulit orang Indonesia?
Mitos dan Fakta Skin Cycling
Fakta: Perawatan ini membutuhkan proses dan konsistensi. Perbaikan tekstur kulit atau peningkatan kesehatan skin barrier umumnya baru terlihat setelah beberapa minggu pengulangan siklus.
Mitos: Skin cycling bisa menggantikan fungsi basic skincare harian seperti sunscreen.
Fakta: Penggunaan tabir surya (sunscreen) di pagi hari tetap wajib hukumnya, terutama karena kulit menjadi lebih sensitif setelah malam eksfoliasi dan penggunaan bahan eksfoliasi.
Perawatan untuk mendukung skin cycling di Naba Aesthetic Clinic, Citra Raya, Cikupa, Tangerang adalah dengan menggunakan kombinasi treatment LHALA Peel atau Korean Carboxy Facial dapat dilakukan dengan memadukan eksfoliasi lembut dan oksigenasi kulit.
- LHALA Peel: Peeling premium asal Korea berbasis LHA (Lipohydroxy Acid) dan Lactic Acid yang mengangkat sel kulit mati secara bertahap tanpa pengelupasan ekstrem atau rasa perih.
- Korean Carboxy Therapy: Perawatan non-invasif dengan gel dan masker CO₂ untuk memicu efek Bohr (peningkatan oksigen darah) guna melancarkan sirkulasi, mencerahkan, dan mendetoksifikasi kulit.
Informasi ini bersifat edukatif dan bukan pengganti pemeriksaan langsung. Hasil setiap orang bisa berbeda, tergantung kondisi kulit.
Ditulis oleh
Anis
Senior Beautician
Berpengalaman lebih dari 2 tahun di dunia kecantikan. Menulis panduan perawatan kulit yang praktis dengan pendampingan dokter kecantikan.